Rabu, 10 Juni 2015

Sphenodon punctatus Tuatara (reptil endemik)

Tuatara pernah hidup di seluruh daratan Selandia Baru tetapi bertahan di alam liar hanya pada sekitar 30 pulau-pulau lepas pantai.  Pulau-pulau memiliki karakteristik bebas dari ancaman seperti tikus dan predator mamalia lain yang diketahui memangsa Tuatara muda dan telur-telur Tuatara.

Pulau-pulau biasanya ditempati oleh koloni kadal, mamalia, dan burung laut yang sedang berkembang biak, hal ini semuanya dibutuhkan oleh Tuatara untuk bertahan hidup.



Tuatara adalah reptil kuno teman main dinosaurus, Tuatara memiliki keragaman genetik yang rendah dari suatu spesies. keanekaragaman genetik rendah memiliki implikasi bagi hewan seberapa baik ditempatkan untuk mengatasi perubahan iklim masa depan, dan juga untuk kelangsungan hidup populasi yang baru didirikan. Ini bisa jadi kelemahan sekaligus kelebihan yang di miliki Tuatara.
Keragaman genetik yang rendah sering dikaitkan dengan kerentanan terhadap patogen baru dan keberhasilan reproduksi rendah tetapi memiliki kemampuan untuk mengatasi perubahan lingkungan di masa depan.

Hanya ada dua jenis tuatara yang diakui asli Selandia Baru terdiri dari dua subspesies. Yang pertama The northern tuatara / Tuatara Selatan ( Sphenodon punctatus punctatus ) ada di pulau-pulau dari Bay of Plenty utara, dan yang kedua adalah The Cook Strait tuatara / Tuatara Selat Cook (S. punctatus).
suatu subspesies yang ada di Takapourewa (Stephens Island) dan Kepulauan Trio di Marlborough Sounds.  

Spesies Tuatara lainnya ada di Pulau Brothers (S. guntheri) sedikit lebih jauh dari Kepulauan Marlborough Sounds. Namun Tuatara ini sedikit lebih kecil badannya.
Pada tahun 2009 penelitian meneliti DNA dan data allozyme untuk semua populasi dan menyimpulkan Tuatara digambarkan sebagai spesies tunggal terbaik yang berisi varian geografis yang khas dan penting.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar